Saturday, January 1, 2000

Kompas dan Peta


1. Bagian-bagian Kompas
a)  Dial         : Permukaan diaman tertera angka/huruf seperti jam
b)  Visir        : Pembidik Sasaran
c)   Kaca Pembesar             : Untuk melihat sasaran dan angka pada Dial
d)  Jam Penunjuk    : Menunjukkan lokasi magnet bumi
e)  Tutup Dial          : Dengan 2 garis bersudut 450 dan dapat diputar-putar
f)    Alat penggantung           : Untuk tali dapat juga untuk menyangkutkan ibu jari tangan sewaktu                                                                                                             melakukan pembdidikan

Fungsi kompas adalah menunjukkan arah, terutama bidang (bumi) yang datar. Kompas adalah alat navigasi untuk menentukan arah berupa sebuah panah penunjuk magnetis yang bebas menyelaraskan dirinya dengan medan magnet bumi secara akurat. Kompas memberikan rujukan arah tertentu, sehingga sangat membantu dalam bidang navigasi. Arah mata angin yang ditunjuknya adalah utara, selatan, timur, dan barat. Apabila digunakan bersama-sama dengan jam dan sekstan, maka kompas akan lebih akurat dalam menunjukkan arah. Alat ini membantu perkembangan perdagangan maritim dengan membuat perjalanan jauh lebih aman dan efisien dibandingkan saat manusia masih berpedoman pada kedudukan bintang untuk menentukan arah.
Jenis kompas :
(1)  Kompas analog
Kompas analog adalah kompas yang biasa kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saja kompas yang dipakai ketika acara pramuka. Sedangkan kompas digital merupakan kompas yang telah menggunakan proses digitalisasi. Dengan kata lain cara kerja kompas ini menggunakan komputerisasi.
(2)  Kompas digital
Diciptakannya kompas digital bertujuan untuk melengkapi kebutuhan robotika yang semakin canggih. Dunia robotika ini sangat membutuhkan alat navigasi yang efektif dan efisien. Sementara itu alat sistem navigasi yang tersedia di pasaran harganya mahal. Sedangkan kompas sendiri merupakan sebuah alat sistem navigasi yang efektif dengan harga lebih murah. oleh karena itu kompas digital diharapkan bisa mensubstitusi alat sistem navigasi pada robot.

2.  Azimuth
Azimuth ialah besar sudut antara utara magnetis (nol derajat) dengan titik/sasaran yang kita tuju,azimuth juga sering disebut sudut kompas, perhitungan searah jarum jam. Ada tiga macam azimuth yaitu :
a)      Azimuth Sebenarnya,yaitu besar sudut yang dibentuk antara utara sebenarnya dengan titik sasaran;
b)      Azimuth Magnetis,yaitu sudut yang dibentuk antara utara kompas dengan titik sasaran;
c)      Azimuth Peta,yaitu besar sudut yang dibentuk antara utara peta dengan titik sasaran.

3.    Back Azimuth adalah besar sudut kebalikan/kebelakang dari azimuth. Cara menghitungnya : bila sudut azimuth lebih dari 180 derajat maka sudut azimuth dikurangi 180 derajat, bila sudut azimuth kurang dari 180 derajat maka sudut azimuth dikurangi 180 derajat, bila sudut azimuth = 180 derajat maka back azimuthnya adalah 0 derajat atau 360 derajat.

4.    Resection
Resection adalah menentukan kedudukan/ posisi di peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali. Teknik resection membutuhkan bentang alam yang terbuka untuk dapat membidik tanda medan. Tidak selalu tanda medan harus selalu dibidik, jika kita berada di tepi sungai, sepanjang jalan, atau sepanjang suatu punggungan, maka hanya perlu satu tanda medan lainnya yang dibidik.
Langkah-langkah resection :
a)  Lakukan orientasi peta;
b)  Cari tanda medan yang mudah dikenali dilapangan dan di peta, minimal dua buah;
c)   Dengan penggaris buat salib sumbu pada pusat tanda-tanda medan itu;
d)  Bidik dengan kompas tanda-tanda medan itu dari posisi kita,sudut bidikan dari kompas itu disebut azimuth;
e)  pindahkan sudut bidikan yang didapat ke peta, dan hitung sudut pelurusnya; perpotongan garis yang ditarik dari sudut-sudut pelurus tersebut adalah posisi kita di peta

5.    Intersection
Prinsip intersection adalah menentukan posisi suatu titik (benda) di pet dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali dilapangan. Intersection digunakan untuk mengetahui atau memastikan posisi suatu benda yang terlihat dilapangan, tetapi sukar untuk dicapai. Pada intersection, kita sudah yakin pada posisi kita di peta. Langkah-langkah melakukan intersection :
a)  lakukan orientasi medan, dan pastikan posisi kita;
b)  bidik obyek yang kita amati;
c)   pindahkan sudut yang kita dapat dipeta;
d)  bergerak ke posisi lain, dan pastikan posisi tersebut di peta, lakukan langkah b dan c;

e)  perpotongan garis perpanjangan dari dua sudut yang didapat adalah posisi obyek yang dimaksud.

No comments:

Post a Comment