Monday, November 5, 2012

Jutin 2 November 2012

6:52 PM



Ada yang masih belum tau Jutin itu apa?
Kami yakin kalian sudah tahu apa itu Jumat rutin. Dan kalian pasti sudah pernah merasakan Jumat rutin saat duduk di bangku SMP.

Jumat, 2 November 2012 kemarin adalah Jutin pertama yang di handle sepenuhnya oleh Dewan Ambalan Garuda-Shima angkatan XXX yang baru saja dilantik pada hari Senin, 29 Oktober 2012 kemarin.

Jutin pertama DA Garuda-Shima angkatan XXX diisi dengan pencarian badge Ambalan bagi siswa kelas X yang pada saat PCAA belum bisa mendapatkan badge Ambalan. Pencarian sendiri dilakukan di lingkungan sekolah saat langit terlihat mulai menggelap oleh awan hitam pertanda akan datangnya hujan. Setelah pencarian badge selesai siswa kelas X langsung ditempatkan menuju bangsal SMA Negeri 2 Purwokerto untuk bersama-sama menyimpulkan makna dari kegiatan pencarian badge ambalan.

Siswa kelas X berbaris sesuai sangganya menghadap gagahnya kibaran cita Garuda-Shima ditengah tetesan merdu  air hujan yang mengenai atap bangsal.

Waktu senggang tersebut diisi dengan permainan “Patung Pancoran” yang langsung dikomando oleh Pradana Shima kita Kakak Dinna Azizah. Setiap sangga diwakili oleh seorang ksatria dalam permainan ini.

Tawa riang mengiringi permainan tersebut dan sesekali terdengar suara teriakan lucu dari beberapa peserta putri yang berhasil mengundang tawa seluruh ruangan. Permainan yang diadakan bukan berarti tanpa tujuan. Tujuan dari permainan tersebut sendiri adalah untuk melatih ketangkasan, kesigapan, kesiapan dan sedikit peduli pada diri sendiri.

Jutin hari itu di akhiri dengan apel penutupan dengan Kak Uswatun sebagai Pembina apel. Jutin selesai para siswa diperkenankan pulang menuju rumah masing masing.

 Thanks for reading..


Thursday, October 25, 2012

Pengujian SKU? Bukan masalah!

8:12 PM



Kalau kita lihat dari judul postingan di atas, kita pasti berpikir –khususnya para calon bantara atau laksana- pengujian SKU itu sulitnya minta ampun. Kita diwajibkan untuk menguasai keselurahan poin yang ada di dalam SKU agar bisa menyandang balok bantara atau laksana. Untuk mengisi poin yang ada di SKU kita harus memiliki dan menguasai materi yang diujikan. Kurangnya materi dapat menghambat kita mendapatkan poin SKU.

Namun sekarang, dengan segala kemudahan yang diberikan, kita bisa mendapatkan materi yang kita butuhkan dengan lengkap, tepat, cepat, dan dalam berbagai versi. Dari mana?  Tentu saja kita sudah tak asing dengan yang satu ini “mbah” Google!

Ya sebagai pramuka, kita jangan sampai kalah dalam penguasaan teknologi. Bahkan diharapkan kita dapat lebih menguasainya dibanding orang awam. Dengan internet, kita bisa mendapatkan banyak informasi yang kita butuhkan. Lewat internet juga kita bisa berbagi informasi dengan orang lain, mengembangkan bakat yang kita punya, dan bahkan menolong orang lain.

Masih seputar pengujian SKU, selain lewat internet –yang sangat membantu-  kita juga bisa mendapatkan informasi itu lewat telepon/handphone! Bagaimana caranya? Tentu saja, dengan menghubungi orang yang berkompeten di bidangnya untuk membantu kita dalam pengujian SKU. Dengan kecanggihan handphone keluaran sekarang, kita bahkan bisa bertatap langsung dengan orang yang kita ajak bicara lewat fitur video call yang tersedia. Kita juga bisa chatting lewat handphone (HP) atau yang sekarang sedang marak-maraknya BBMan (Blackberry Messanger). Mudah bukan?

Dengan menguasai teknologi, akan sangat membantu kita untuk mendapatkan seluruh poin yang diujikan dalam SKU. Dan tentu saja membantu untuk menggapai mimpi dan cita-cita kita. J


“In Scouting you are combating the brooding of selfishness.”

-Baden Powell-


Thanks for reading!

Tuesday, October 23, 2012

Scout Is Old School? Think Again!

8:00 PM


Pramuka memiliki kode kehormatan yang tidak pernah berubah hingga kini. Perubahan tersebut dianggap tidak perlu karena kode kehormatan kita mampu sesuai dengan perkembangan zaman akan tetapi apakah berarti segala sesuatu tentang Pramuka tidak boleh diubah? Tentu saja tidak! Kita dapat mengubah ataupun menyesuaikan metode yang digunakan dalam Pramuka dengan zaman sekarang. Percayalah bahwa ini mudah untuk dilaksanakan yang terpenting ada niat tentunya.


Sebenarnya modernisasi Pramuka itu tidak sesulit yang dibayangkan karena sesungguhnya alat dan bahan yang sudah ada dapat menunjang dengan baik tujuan tersebut. Bisa kita ambil contoh, coba anda buka google dan cobalah mencari lagu dari baba blacksheep yang berjudul ayo Pramuka dan cobalah dengarkan. Dijamin bukan suara penyanyi seriosa yang pertama didengar melainkan distorsi gitar yang datang menyambut. Lagu tersebut akan membuat Pramuka lebih mudah diterima terutama oleh generasi muda tentunya.


Selain itu tentu saja ada lagi,saya yakin pembaca pernah mendengar ataupun menggunakan yang namanya LCD Projectour kan? Pernah terpikir untuk menggunakannya dalam kegiatan Kepramukaan? Jika pernah berarti laksankanlah, jika belum,why not!? Dengan adanya software untuk presentasi (contoh,Powerpoint) dan LCD maka pembelajaran kepramukaan akan lebih menarik untuk diikuti dibandingkan hanya menggunakan sarana seperti boardmarker dan whiteboard.


Butuh contoh lagi? Contoh berikutnya adalah menggunakan gadget seperti, walkie talkie, Global Positioning System (GPS) ,& Google Maps. Alat – alat tersebut mudah sekali untuk didapat atau setidaknya dipinjam. Dengan menggunkan perlatan seperti itu Pramuka akan menjadi lebih mengenal teknologi dan fleksibel lagi. Jika dipikir – pikir, kira – kira kerenkan kalau anak Pramuka bisa menggunakan alat seperti GPS.




Selain contoh – contoh di atas, sebenarnya masih banyak lagi yang dapat diterapkan untuk mengubah ke-old school-an Pramuka, belum lagi ditambah kekreatifan kakak – kakak sekalian yang kami yakin dapat membuat Pramuka menjadi idaman lagi.

Thanks for reading!

Kegiatan Baru, Metode Baru, Pandangan Baru!

5:33 PM


Manusia pada dasarnya memiliki rasa ingin tahu yang luar biasa besar, dan kadang manusia dapat dikontrol oleh rasa ingin tahu yang mereka miliki sendiri. Lhoh kok topiknya jadi psikologi? Maksudnya mari kita manfaatkan hal tersebut dan juga memenuhinya.
Kadang sebagai pelaksana jum’at rutin,sedih juga jika adik – adik kita banyak yang tidak hadir atau tidak memperhatikan, tapi tenang saja hal tersebut bisa diatasi. Bagaimana? 
Berikan suatu hal yang baru,seperti yang dilakukan oleh ambalan kami, ambalan Garuda – Shima!

Pada tanggal 5 Oktober 2012, ambalan Garuda – Shima, mengundang kakak – kakak dari Satuan Pemadam Kebakaran Kabupaten Banyumas untuk mengisi materi pada hari tersebut. Saat adik – adik kami mengetahui materi pada hari tersebut, antusiasme mereka mulai terlihat. Mulai dari memperhatikan dengan seksama apa yang dikatakan pemateri hingga bahkan ada yang serius mencatat. Inilah tanda – tanda bahwa rasa ingin tahu atau curiousity mereka tergugah.

 Pada hari tersebut adik – adik diajarkan bagaimana cara memadamkan api dengan cara yang benar sesuai katagori kebakara yang terjadi. Adik – adik juga diberi materi untuk menggunakan alat pemadam. Apakah saat anda membaca “alat pemadam” yang terpikir adalah tabung berwarna merah? Sebenarnya ada beberapa alat pemadam api seperti karung goni, hydrant, dan nozzle. Saat adik – adik kami dipersilahkan mencoba,awalnya mereka masih takut dengan api sehingga ragu untuk maju,namun setelah melihat temannya yang maju, akhirnya mulai berbondong – bonding untuk mencoba.


Puncak acara dilakukan dengan simulasi pemadaman menggunkan nozzle. Tumpukan jerami yang sebelumnya sudah dipersiapkan mulai terbakar dan api pun semakin membesar. Siapakah yang memadamkan? Bukan dari kakak damkar melainkan dari adik – adik kami yang sudah memegang nozzle bergotong royong. Tak berapa lama,api pun berhasil dipadamkan dan senyum bahagia tersungging di wajah adik – adik kami.



Dengan cara seperti mereka pun mulai berpikir bahwa pramuka tidak seperti apa yang mereka bayangakan. Pemanfaatan curiousity, penyediaan kegiatan baru, dan metode baru, akan menghasilkan Pandangan yang baru terhadap Pramuka.



Is it not technology? No,it is technology indeed.

Thanks for reading!